Desa
(Lembang) Dewata adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Mappak, Kabupaten Tana Toraja, provinsi Sulawesi
Selatan. Jumlah penduduk di desa Dewata mencapai 1800 jiwa dengan persentase
usia 0-25 tahun sebesar 35%, usia 25-50 tahun sebesar 35% dan usia 50-100 tahun
sebesar 30%. Desa Dewata terletak di daerah perbukitan dengan ketinggian ± 1800
mdpl dan merupakan desa terluas di kecamatan Mappak. Luas wilayah desa dewata
mencapai 1.395.760,26 Km2.
Masyarakat desa dewata hidup secara berkelompok dan mencari lokasi untuk hidup
yang dekat dengan kebun/wilayah kerja masing-masing.
Desa
Dewata terdiri dari 3 dusun dan setiap dusun terdiri dari beberapa kampung.
Ketiga dusun tersebut adalah dusun Barumbun, Sakkuang dengan Dewata. Jumlah
masyarakat miskin di desa dewata adalah tertinggi se-kecamatan mappak yaitu
mencapai 375 rumah tangga miskin (RTM).
Masyarakat
desa dewata hidup berkelompok dan menyebar (tidak terpusat di satu titik).
Sebagai contoh adalah jarak dari dusun barumbun ke sakkuang adalah 5 Km. Kedua
dusun tersebut merupakan dusun yang akan terkena aliran PLTS. Namun tidak
seluruh dusun barumbun teraliri karena keterbatasan tiang dan kabel jaringan.
Sedangkan jarak dusun barumbun dengan dusun dewata adala 8-10 Km dengan medan
perbukitan, lembah dan lereng.
Moda
transportasi di dalam desa mayoritas hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Kendaraan roda dua hanya bisa melalui jalan yang lumayan baik sedangkan untuk
kendaraan roda empat hanya mampu dilewati oleh mobil jenis hardtop atau mobil
sport dan hanya bisa menjangkau wilayah dusun barumbun. Dusun barumbun sudah
membuka jalan lumayan luas. Sedangkan dusun sakkuang dan dewata hanya dapat
dilalui dengan berjalan kaki.
Masyarakat
desa dewata menyatu dengan alamnya sehingga semua masyarakat desa dewata
berprofesi sebagai petani dan pekebun. Komoditas utama masyarakat adalah kopi
dengan jenis kopi arabica, robusta dan jember. Selain kopi, terdapat beberapa
hasil tani lain seperti jagung, singkong, ubi, cengkeh, cokelat dan padi.
Komoditas satu-satunya yang dapat menjadi penghasilan masyarakat adalah dengan
menanam kopi dan menjual hasilnya kepada pengepul di pusat kecamatan.
Desa
dewata telah memiliki sumber listrik yang berasal dari turbin swadaya dan
bantuan pemerintah sebanyak 5 unit untuk mengaliri ±300 rumah di 3 dusun. Namun
sampai saat ini masih ada beberapa rumah yang belum terjangkau listrik. Hal
tersebut akibat keterbatasan kabel dan biaya sehingga belum seluruhnya dapat
teraliri. Lokasi desa Dewata yang berada di atas perbukitan menyebabkan
keterbatasan kemampuan listrik dari turbin menuju rumah-rumah. Dengan adanya
bantuan PLTS yang dibangun dapat membantu kebutuhan listrik masyarakat di desa
Dewata walaupun belum seluruh rumah teraliri listrik PLTS.
Masyarakat desa dewata
mayoritas berpendidikan rendah dimulai dari lulusan SD dan banyak yang tidak
merasakan bangku sekolah sama sekali. Akibatnya angka buta huruf mencapai
setengah dari jumlah seluruh masyarakat desa dewata. Kepedulian pendidikan saat
ini sudah mulai baik. Telah terdapat 3 unit gedung sekolah yang terdiri dari 2
unit SDN dan 1 unit SMPN di desa dewata.berikut ini adalah lokasi lembang dewata dilihat dari google maps.

